Tuesday, June 7, 2016

Tutorial Penggunan Modul MF522-AN, 13.56 MHz RFID Reader

Pada postingan sebelumnya saya sudah mengenalkan sedikit tentang modul MF522-AN, jika kalian belum membacanya silahkan klik disini. Kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan modul ini. Modul ini akan saya integrasikan dengan Arduiono Board, lebih spesifiknya saya menggunakan board Arduino Uno.

Pada dasarnya, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana menggunakan modul MF522-AN untuk membaca dan menuliskan data pada kartu RFID, namun pada tutorial kali ini saya hanya akan memberikan tutorial untuk membaca RFID saja, sedangkan untuk cara menulis data saya akan jelaskan di postingan berikutnya.

Sedikit informasi mengenai data yang diolah oleh modul ini, data yang disimpan berupa data denngan tipe ASCII yang dirubah kedalam bentuk desimal. Dengan kata lain, jika kita menginputkan kode ASCII maka data yang akan tersimpan di dalam kartu berupa data biner.

Sebelum masuk ke tutorial, saya kana menjelaskan sedikit tentang kartu RFID, kartu RFID ini banyak sekali variant nya, mulai dari yang kapasitasnya kecil hingga yang kapasitasnya besar. Data yang ditulis disimpan kedalam beberapa sektor pada kartu RFID. Kebanyakan kartu hanya memiliki 8 sektor penyimpanan, dan salah satu sektornya sudah di khususkan digunakan untuk identitas kartu.

Data ASCII yang akan diinput kedalam kartu pertama-tama kita masukan dulu kedalam sebuah array agar memudahkan dalam proses penyimpanan data. Array yang berisi data tersebut kemudian ditransfer melalui modul MF522-An ke kartu RFID. Masing-masing data pada array bisa kita simpan di sektor kartu sesuai dengan keinginan kita. 

Berikut adalah langkah menggunakan modul RF522-AN.

1. Persiapkan alat dan komponen yang diperlukan.

  • Breadboard
  • Arduino Board
  • Modul MF522-AN
  • Kartu RFID
  • Kabel jumper secukupnya

2. Setelah semua alat dan komponen dipersiapkan, hubungkan modul dengan Arduino Board dengan konfigurasi sebagai berikut.

Reset > Pin 5
SDA > Pin 10
MOSI > Pin 11
MISO > Pin 12
SCK > Pin 13
Ground > Ground
3.3v > 3.3v


3. Buka Arduino IDE kemudian masukan upload sketch beriku:



4 Setelah selesai, buka serial monitor pada Arduino IDE, coba dekatkan kartu RFID dengan modul dan perhatikan apakah kartu terdeteksi atau tidak pada serial monitor. Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat video berikut ini.




Nah itu dia cara pengguanaan modul MF522-AN sebagai RFID reader. Sekian dulu ya tutorial dari saya, semoga bisa bermanfaat buat kalian, kalau ada kesalahan pada skema rangkaian atau pada source code kalian bisa hubungi saya disini.

Tuesday, May 31, 2016

Antbo, Robot Semut untuk Pemula yang Belajar Pemrograman Robotik

Sebagai pecinta robot tentunya kalian pernah membayangkan bisa membuat robot yang desain programnya kita buat sendiri. Namun biaya dan bahan baku terkadang menjadi kendala untuk kita. Di era modern ini sudah hadir inovasi yang menawarkan kemudahan bagi kita yang ingin belajar lebih dalam mengenai robot, banyak produsen yang menjual robot-kit yang dapat diprogram sesuai dengan keinginan kita. Baru-baru ini telah dipasarkan sebuah robot jenis serangga yang disebut dengan Antbo yang dapat kita rakit dan kita program sesuai dengan keinginan kita.


Antbo bisa diprogram menggunakan Scratch, Arduino IDE dan DFRobot's viual programming app. Scratch menjadi pilihan pemrograman yang banyak digunakan oleh banyak orang karena relatif mudah untuk digunakan. Sedangkan Arduino lebih banyak digunakan oleh mereka yang terlebih dahulu mengenal pemrograman mikrokontroler dengan menggunakan bahasa C++.

Antbo memang tidak secerdas AI, namun Antbo memiliki kemampuan untuk belajar sehingga dia dapat berkembang. Antbo dapat menganalisa keadaan sekitarnya. Antbo juga dapat belajar merespons dengan emosional mimik.  

Friday, April 15, 2016

Robot Salamander, Robot Unik yang Dapat Berjalan dan Berenang

Baru-baru ini telah dirancang sebuah robot salamander yang di desain dapat berenang dan berbalik, robot ini dibuat karena terinspirasi dari gerakan salamandar yang begitu lentur dan elastis.



Seperti dilansir oleh livescience.com, seorang spesialis robot asal Swiss bernama Auke Ijspeert mengungkapkan bahwa mereka ingin menerapkan model sumsum tuang belakang salamander pada sebuah robot dan mereka ingin memulainya dengan gerakan yang sederhana. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkapkan bagaimana hewan dari berbagai jenis dapat memodulasi dan mengendalikan gerakan mereka, Hal ini dapat membantu mempelajari bagaimana memperbaiki cedera pada sumsum tulang belakang.

Untuk memulainya, tim memutuskan untuk membuat model salamander. cukup baik dalam hal gerakan mereka sebagai makhluk yang pertama kali dapat melangkah dari laut ke darat. Dari sudut pandang evolusi, salamander dapat dikatakan sebagai fosil hidup. Mereka juga memiliki kemampuan untuk berjalan dan berenang, kata Ijspeert.

"Hewan ini adalah hewan kunci bila dilihat dari sudut pandang evolusi," kata Ijspeert dalam pembicaraan tersebut. "Hal tersebut membuat hubungan yang menakjubkan antara berjalan dan berenang, seperti hal nya belut atau ikan, dan seperti binatang berkaki empat, seperti yang kita lihat pada mamalia, pada kucing atau manusia."

Di dalam air, salamander bergerak meliuk, gerakan tersebut dinamakan gerakan renang anguilliform. Gerakan renang ini dihasilkan oleh gerak gelombang terus-menerus seluruh sumsum tulang belakang. Ketika salamander berada di darat, dengan mudah ia dapat beralih ke gaya berjalan kaki atau berlari, kata Ijspeert.

Untuk membuat robot, tim pertama dimodelkan sirkuit sumsum tulang belakang yang tampaknya mendorong gerakan ini. Ternyata salamander pada dasarnya memiliki sirkuit saraf yang sangat primitif yang mendorong gerak pada ikan primitif seperti lamprey, tapi itu hanya dicangkokkan pada dua sirkuit ekstra saraf yang mengontrol bagian depan dan tungkai belakang.

Selanjutnya, tim menggunakan x-ray video untuk menciptakan gerakan tulang salamander saat mereka berjalan dan berenang. Mereka kemudian mengidentifikasi tulang yang paling penting dan mensimulasikan tulang tersebut ke dalam sebuah robot.

Hebatnya, robot salamander yang diciptakan dapat berjalan dan berenang ini hampir terlihat mirip seperti salamandar yang asli, dengan sirkuit saraf tulang belakang yang mengontrol apakah robot salamander ini akan berenang berjalan. Temuan ini menunjukkan seberapa baik sumsum tulang belakang dalam proses mengontrol gerakan, yang tampaknya serupa bahkan pada manusia.



sumber:
http://www.livescience.com/53625-walking-swimming-robot-salamander.html


Monday, March 28, 2016

Robot Serangga Paling Murah yang Bisa Kamu Buat Sendiri Di Rumah

Jika kita ditanya tentang bagaimana cara membuat robot, mungkin kita akan membayangkan tentang berbagai macam komponen yang canggih dan juga mahal serta proses pembuatan yang menguras waktu cukup lama. Memang benar untuk membuat robot yang bagus tentunya diperlukan komponen yang bagus pula, selain itu proses pengerjaanya pun tidak lah mudah, butuh waktu yang cukup lama untuk membuat robot yang super canggih. 

Ternyata untuk membuat robot sederhana, kita tidak perlu membeli komponen yang sangat mahal, bahkan sikat gigi pun bisa disulap menjadi sebuah robot. Robot yang terbuat dari sikat gigi ini bisa bergerak hanya dengan menggunkan baterai jam tangan serta sebuah motor vibrator. Robot ini berjalan dengan sistem pergerakan yang memanfaatkan getaran dan pergerakannya menyerupai pergerakan dari seekor kecoa, robot ini sering disebut dengan istilah robot bergetar atau vibration robot. Berikut adalah gambaran dari robot yang terbuat dari sikat gigi tersebut.


Pada gambar terlihat bahwa yang digunakan untuk membuat robot adalah bagian dari kepala sikat giginya saja. Pada saat motor digerakan maka akan menimbulkan getaran sehingga bulu sikat gigi juga ikut bergetar dan akhirnya menggerakan kepala sikat dan berjalan seperti seekor kecoa. Untuk membuat sangatlah mudah, kita tidak perlu memiliki pengetahuan khusus tentang robotika. Yang kita perlukan hanyalah beberapa komponen sederhana yang tentunya dapat dengan mudah kita temukan di sekitar kita.

Jika kalian ingin mencoba membuatnya, usahakan menggunakan sikat gigi yang bulunya masih rapi dan bagus, saya sarankan menggunakan sikat gigi baru, tapi kalau ada yang bekas namun bulunya masih bagus juga itu tentunya masih bisa digunakan. Untuk bereksperimen kalian bisa mencoba berbagai macam sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang berbeda-beda karena jenis bulu sikat nanti akan mempengaruhi bagaimana pergerakan dari robot ini.

Untuk mendapatkan getaran penggeraknya, kita memerlukan sebuat motor vibrator. Motor ini bisa kita dapatkan dari sebuah handphone bekas, yang perlu kita lakukan hanyalah membongkar handphone tersebut dan mengambil bagian motornya saja. Jika kalian tidak mempunyain handphone bekas, kalian bisa mencari motor tersebut di tempat servis handphone. Kalian juga bisa bereksperimen dengan menggunakan motor jenis lain yang ukurannya tidak terlalu besar sehingga masih dapat digerakkan dengan menggunakan baterai jam tangan.

Baterai jam tangan yang digunakan sebagai power supply bisa kita dapatkan dari jam tangan bekas, namun jika kita ingin robot kita lebih tahan lama coba gunakan baterai jam tangan yang baru. Ada beberapa macam baterai jam tangan yang memiliki nilai tegangan yang berbeda-beda, kita bisa memilih yang sesuai dengan karakteristik motor yang kita gunakan. Untuk getaran yang tidak terlalu kencang kita bisa menggunakan batre dengan tegangan 1.5V sedangkan jika ingin lebih kencang kita bisa menggunakan batre dengan tegangan 3V.

Setelah semua komponen terkumpul, kita bisa langsung membuat robot kecoa milik kita sendiri, caranya tempalkan motor di atas kepala sikat gigi dengan menggunakan double tape. Setelah itu tempelkan beterai, kemudian tempelkan kedua kabel yang ada pada motor dengan batre jam tangan, tidak perlu khawatir terbalik, karena yang kita butuhkan hanyalah getarannya saja sehingga aras rotasi motor tidak perlu kita hiraukan. Jika motor sudah bergerak, simpan robot di atas lantai, maka robot akan mulai bergerak dengan gerakan yang mirip dengan gerakan kecoa.

Biar lebih menarik, kalian bisa membuat maze sebagai arena tempat robot kalian berjalan dan membuat kompetisi mencari jalan keluar dengan teman-teman. Bagaimana? Membuat robot itu ternyata tak begitu susah bukan? Dengan modal yang kecil ditambah kreativitas, kita bisa membuat robot kita sendiri. Selamat mencoba.

Wednesday, March 23, 2016

Pesan Pizza, Pengantarnya Ternyata Sebuah Robot

Domino merupakan sebuah perusahaan pizza yang memiliki reputasi untuk berkecimpung dalam inovasi teknologi dan telah memulai debutnya dengan gagasan masa depan pengiriman pizza tanpa melibatkan campur tangan manusia.

Ketika kita ingin memesan memesan pizza dari Domino, kita harus berinteraksi dengan banyak manusia sebelum pizza sampai di tangan kita. Namun jika kita memesan online, interaksi dengan manusia jauh lebih sedikit karena dengan sistem online kita tidak perlu berbicara dengan customer support. Sistem pemesanan online juga sudah menyediakan fitur tracker untuk mengetahui apakah pizza pesanan kita sudah sampai di tujuan atau belum. Namun sayangnya sistem ini belum bias beroperasi secara optimal, pasalnya terkadang ada notifikasi pizza sudah sampai namun ketika di cek di depan rumah ternyata pizzanya masih belum sampai juga. Tentunya kita harus menghubungi call center untuk menanyakan apakah pesanan pizza kita sudah benar-benar dibuat atau belum.

Bukan hanya pemesanan sistem online, Domino juga telah berusaha untuk meminimalisir adanya sumber daya manusia dari proses pemesanan pizza. Pada tahun 2014, perusahaan mengenalkan "Virtual ordering Assistant" DOM, yang memungkinkan kita untuk berbicara dengan suara digital untuk melakukan pemesanan. Dan pada tahun 2015, perusahaan ini mengenalkan Domino's Easy Ordermade, yang memungkinkan kita untuk melakukan pemesanan pizza hanya dengan mengetikkan emoji pizza di twitter. Nah kedua hal tersebut yang membawa kita ke DRU, Domino Robotic Unit. Pada bulan ini, perusahaan menguji robot pengirim pizza di Australia dengan jalur skala kecil. Menurut Lifehacker Australia, DRU dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan kurang lebih 12 mil per jam, dengan kecepatan tersebut DRU tidak cocok untuk berjalan di jalan raya.



DRU dikembangkan oleh Marathon Robotics, sebuah perusahaan yang membuat robot otonom untuk Australian Defense. Dalam siaran pers, Marathon mengatakan "Kami bangga juga menjadi bagian dari inovasi dunia pertama dalam teknologi pengiriman pizza. Jadi potensi untuk menyelamatkan nyawa, menghemat waktu, dan memindahkan barang jauh lebih efisien."

Untuk saat ini, DRU masih sekedar prototipe, tapi robot roda empat ini dapat menemukan jalan ke depan pintu rumah kita menggunakan LIDAR, dan menggunakan sensor untuk menghindari rintangan. Itu membuat pesanan Anda pada suhu yang tepat dengan dua kompartemen yang berbeda untuk memisahkan pizza dari minuman dingin. Kompartemen robot tersebut juga dilengkapi dengan kunci dan kamera untuk memastikan pizza berharga milik kita tidak dicuri saat di perjalanan. Namun apakah penggunaan robot tersebut akan efektif jika di berlakukan di kota kota besar di Indonesia? Mungkin masih banyak hal yang perlu di pertimbangkan jika kita ingin menerapkan sistem pengiriman menggunakan robot di Indonesia. (tmg)